Yahoo Messenger (YM) merupakan salah satu messenger yang paling dipakai untuk berkomunikasi via media teks (chat) secara online. Dengan menggunakan YM Anda dapat berkomunikasi dengan teman, saudara atau relasi.
Normalnya Anda hanya dapat menjalankan satu kali YM pada saat bersamaan. Dengan tips berikut ini Anda bisa menjalankan YM beberapa kali sehingga pada saat yang sama Anda dapat login dengan menggunakan beberapa account yahoo Anda.
Caranya adalah sebagai berikut:
1. Jalankan registry editor dengan cara klik tombol Start - Run. Ketik regedit lalu tekan enter.
2. Masuk ke key HKEY_CURRENT_USER\Software\Yahoo\Pager\Test.
3. Pada panel sebelah kanan, klik kanan dan pilih menu New - DWord Value.
4. Ketik Plural.
5. Klik 2x pada Plural dan isi dengan nilai 1 (satu).
6. Keluar dari registry editor.
Jika Anda mengikuti langkah di atas dengan benar maka Anda bisa menjalankan YM beberapa kali.
Menjalankan YM Beberapa Kali
Voucher Diskon Berisi Malware

Sejumlah nama merek terkenal dicatut penjahat cyber untuk menyebarkan program jahat (malware). Tawaran kupon voucher ikut menjadi 'senjata' pelaku untuk menjalankan aksinya.
Vendor keamanan Websense pun telah mengeluarkan peringatan kepada para pengguna internet. Mereka diminta berhati-hati terhadap berbagai penawaran yang berlabel 'gratis' dari e-mail yang tak dikenal. Terlebih, dari e-mail yang menawarkan kupon voucher terkait musim liburan.
Salah satu merek internasional yang tengah marak dicatut adalah McDonald. Pelaku memancing calon korban dengan mengiming-imingi kupon diskon dari menu yang dijajakan restoran fast food itu.
Seperti dikutip detikINET dari Cnet, Jumat (5/12/2008), calon korban selanjutnya diminta untuk mem-print kupon voucher yang di-attach pelaku. Padahal dibalik itu, jebakan serangan worm telah disiapkan bagi si penerima e-mail yang tak waspada.
Selain McD, merek global yang juga telah dicatut adalah Coca-Cola. Websense menyatakan file zip yang di-attach biasanya bernama 'coupon.exe' atau 'promotion.exe'. Jika menerima file seperti ini, pengguna internet diminta jangan terpedaya untuk segera membuka, karena file tersebut berisi trojan horse.
http://www.detikinet.com
Antihackerlink Kirim Pesan
Situs kelompok bawah tanah dunia maya Indonesia yang cukup terkemuka, Antihackerlink jadi korban aksi deface. Namun mereka menjanjikan tak akan ada aksi balasan.
"Tak semua kekerasan harus dilawan dengan kekerasan," tutur Sakit Jiwa, salah satu dedengkot komunitas tersebut dalam e-mail yang diterima detikINET, Jumat (5/12/2008).
Menurut pihak Antihackerlink, aksi itu dilakukan oleh kelompok bernama Cyber Mafia. "Situs memang sengaja belum kami betulkan, karena kami sedang melakukan forensic white box, dan kami tidak berniat melakukan serangan balasan," tulisnya.
Di blognya, fl3xu5 selaku webmaster Antihackerlink.or.id mengaku banyak tools yang bisa dimanfaatkan Antihackerlink dari serangan tersebut. "Sebagai admin yang baik, kita harus menerima jika situs kita kena hack, jangan melakukan serangan balasan, karena itu bukan merupakan solusi yang baik," pesan fl3xu5 di blog-nya.
Menurut fl3xu5, serangan itu bisa menjadi audit gratisan bagi keamanan situs mereka. "Terima kasih kepada penyerang, karena di-'audit' dengan gratis, daripada kami menyewa 'auditor profesional' yang fee-nya bisa puluhan juta rupiah," tulis sang webmaster.
http://www.detikinet.com
Facebook Jadi Target 'Koobface'
Serangan virus Koobface lewat situs jejaring sosial makin menggila. Jutaan pengguna Facebook kini jadi target serangan virus. Kasus serupa juga pernah menimpa situs jejaring sosial MySpace pada Agustus lalu.
Koobface memanfaatkan fitur messaging di Facebook untuk menginfeksi komputer (PC), lalu mencoba mencuri informasi penting seperti nomor kartu kredit.
"Beberapa virus lain juga memanfaatkan Facebook dengan cara yang sama untuk menyebarkan diri," kata juru bicara Facebook, Barry Schnitt lewat e-mail.
Namun demikian, Reuters yang dikutip detikINET, Jumat (5/12/2008) melansir, Schnitt mengatakan prosentase pengguna Facebook yang terinfeksi vius ini masih sangat kecil.
Dalam blognya, McAfee menyatakan bahwa para penelitinya telah menemukan Koobface berkeliaran di Facebook. Koobface menyebar dengan cara mengirimkan pesan tagline yang menggelitik ke daftar teman pengguna Facebook yang sudah terinfeksi virus.
Pesan tersebut, yang salah satu subyeknya berbunyi "You look just awesome in this new movie", jika diklik nantinya akan menggiring user ke sebuah situs di mana user akan diminta untuk mendownload sebuah software jahat yang menyamar sebagai update Flash Player.
Jika software itu di-download, komputer akan terinfeksi virus. Parahnya lagi, komputer yang sudah terinfeksi itu bisa menginfeksi situs-situs lain ketika menggunakan mesin pencari Google, Yahoo, MSN dan Live.com.
Chris Boyd, peneliti di FaceTime Security Labs mengatakan, pengguna Facebook kurang peduli terhadap pesan yang mereka terima.
"Mereka cenderung lengah. Mereka berpikir bahwa seseorang sudah log in dengan menggunakan sebuah account untuk bisa masuk ke Facebook, sehingga berpikir tidak mungkin virus bisa menginfeksi mereka," kata Boyd.
Facebook telah mengimbau anggotanya untuk menghapus e-mail yang mencurigakan. Facebook juga memposting petunjuk bagaimana membersihkan komputer yang terinfeksi virus di http://www.facebook.com/security.
Richard Larmer, chief executive RLM Public Relations di New York yang merupakan salah satu pengguna Facebook mengatakan, ia terpaksa 'membuang' PC-nya setelah terinfeksi Koobface. "Ini benar-benar buruk. Virus ini menghancurkan komputer saya," katanya.
McAfee sendiri masih belum bisa mengidentifikasi pelaku di belakang Koobface. "Pelakunya mengupdate dan menambah fungsionalitas baru," kata Craig Schmugar, peneliti di McAfee.
http://www.detikinet.com
Pencuri Password Incar Pengguna Firefox

Para pengguna Firefox perlu meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, sebuah malware pencuri password mengincar pengguna Firefox.
Diungkapkan oleh peneliti di BitDefender, malware yang teridentifikasi sebagai Trojan.PWS.ChromeInject.A ini mencuri password di situs perbankan. Namun, malware ini hanya mengincar user Firefox, demikian seperti dikutip detikINET dari Infoworld, Jumat (5/12/2008).
Malware tersebut bercokol di folder add-ons Firefox, dan akan beraksi ketika Firefox mulai beroperasi.
Trojan ini menggunakan file JavaScript untuk menyaring data yang dikirimkan user ke lebih dari 100 situs bank dan transfer uang, termasuk Bank of America, Barclays, Lloyds TSB, Halifax dan Wachovia serta situs PayPal. Password yang dicuri kemudian dikirimkan ke sebuah server di Rusia.
"User hendaknya sadar bahwa tanpa solusi keamanan yang tepat, sistem mereka terancam," tandas Viorel Canja, kepala lab BitDefender.
http://www.detikinet.com


