Serangan teroris yang melanda Mumbai, India, Rabu lalu sepertinya tidak membuat gentar perusahaan teknologi multinational untuk mengubah strateginya di India. Para teroris yang menggunakan senjata api dan granat telah menargetkan sasarannya di top hotel bintang lima di district bisnis Mumbai. Sekitar 100 orang telah mati dalam ajang tembak-menembak antara polisi dan teroris, dan beberapa residen asing di hotel Taj Mahal tersebut telah disandera oleh para teroris.
Sebuah media online di India, CyberMedia India Online (CIOL) melaporkan bahwa teror yang terjadi di Mumbai juga dibantu beberapa peralatan teknologi untuk melancarkan aksi anti-sosial. Hal tersebut terbukti seperti adanya penggunaan telepon satelit, email, GPS Map, dan micro-blogging yang digunakan oleh para teroris yang mengaku dari kelompok Deccan Mujahideen di Mumbai untuk melancarkan aksinya. Bahkan para teroris sempat mengklaim aksi terror tersebut sebagai perbuatan mereka melalui email.
Namun, Vidya Natampally, director strategy dari Microsoft Research India, menyatakan pihaknya masih teguh untuk tetap menjalankan komitmennya, dengan mendirikan pusat pengembangan software dan pengoperasian call center di India. Beberapa perusahaan teknologi besar, Oracle, Microsoft, dan Dell tetap menjalankan bisnisnya di India, dan Mumbai pada khususnya. Ketiga perusahaan mengungkapkan dengan adanya terror tersebut, maka mereka akan memperketat bagian keamanan dari fasilitas mereka yang ada.
http://www.beritanet.com/
Technology, Help Mumbai Terror Actions Cruelty
Label:
berita
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



Comments :
Post a Comment